Minggu, 14 Oktober 2012

MOTHER AND SON (INSPIRING SHORT STORY)



ibuku hanya mempunyai satu mata, aku mambencinya, dia sangat memalukan. Ibuku bekerjadisebuah toko kecil di pasar. Dia mngumpulkan ranting-ranting kayu dan menjualnya apapun ia lakukan untuk mencari uang yang kami butuhkan dia sangat memalukan. Ada suatu hari ketika aku masih ada disekolah dasar. Aku ingat ketika itu adalah hari upacara, dan ibuku datang. Aku sangat marah. Bagaimana dia bias mlakukan ini padaku? Aku memandangnya dengan pandangan benci dan berlari meninggalkannya. Keesokan harinya disekolah… “ibumu hanya mempunyai satu mata?!” dan mereka mengejekku.
Aku berharap bahwa ibuku akan hilang saja dari dunia ini, jadi aku katakana padanya, “ibu, mengapa kamu tidak mempunyai mata yang lain? Kau hanya ingin membuat ku jadi bahan tertawaan. Mengapa kau tidak mati saja?” ibuku tidak menjawab. Aku kira aku sedikit jahat, tapi pada waktu yang sama, rasanya baik untuk berpikir bahwa saya telah mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini.
Malam itu,.. aku bangun, dan pergi ke dapur untuk meminum segelas air. Ibuku  sedang menangis disana, sangat pelan, sepertinya dia takut dia akan membangunkanku. Aku melihatnya sekilas, lalu pergi. Karena sesuatu yang aku katakan padanya sebelumnya, ada sesuatu yang mencubitku sisudut hatiku. Walaupun begitu, aku benci ibuku yang menangis dengan satu matanya. Jadi aku katakana pada diriku bahwa aku akan tumbuh dan menjadi sukses, karena aku membenci ibuku yang bermata satu dan kemiskinan kami.
Kemudian aku belajar dengan keras. Aku meninggalkan ibuku dan datang ke SEOUL dan belajar, dan aku dapat diterima di SEOUL UNIVERSITY dengan semua rahasia yang aku punya. Kemudian aku menikah. Aku membeli sebuah rumah dengan uang milikku. Kemudian aku juga mempunyai seorang anak.sekarang aku hidup bahagia sebagai seorang laki-laki yang sukses. Aku auka disini karena ini adalah tempat yangtidak mengingatkanku pada ibuku.
Kebahagiaan ini tumbuh menjadi besar da lebih besar seblum seseorang yang tak terduga datang untuk melihatku “apa?! Siapa ini?!”…itu adalah ibuku… masih dengan satu aku merasa matanya. Aku merasa seperti seakan-akan langit jatuh padaku. Gadis kecilku berlari, takut pada mata ibuku.
Dan aku bertanya padanya “siapa kamu? Aku tidak kenal kamu?!!!” seolah-olah aku mencoba gaimana mambuatnya nyata. Aku teriak padanya “beraninya kamu datang kerumahku dan menakut-nakuti anakku! Pergi dari sini sekarang!”. Dan untuk kali ini, ibuku dengan pelan menjawab,”oh, maafkan saya. saya mungkin mendapatkan alamat yang salah,” dan dia menghilang.. terima kasih keberuntungan… dia tidak mengenaliku . aku katakana pada diriku untuk tidak peduli, atau berfikir tentang ini untuk sisa hidupku.
Kemudian suatu gelombang datang padaku. Suatu hati, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang kerumahku. Aku berbohong pada isteriku bahwa aku akan melakukan perjalanan bisnis. Setelah reuni, aku pergi ke “gubuk tua”, yang aku gunakan untuk memanggilnya rumah… hanya ingin tahu ada apa disana, aku menemukan ibuku jatuh di lantai yang dingin. Tetapi aku tidak menitikkan air mata. Aku menemukan secarik kertas ditangannya,.. itu adalah sebuah surat untukku

“ anakku, aku fikir hidupku sudah cukup lama sekarang. Dan… aku tidak ingin mengunjungi SEOUL lagi… tetapi apakah terlalu berlebihan untuk meminta bahwa aku ingin kamu mengunjungiku sekali untuk beberapa saat? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika aku mendengar bahwa kamu datang untuk reuni. Tetapi aku membuat keputusan untuk tidak datang ke sekolah…. Untukmu….. ma’afkan aku jika akuhanya mampunyai satu mata, danaku mempermalukanmu. “
“kamu tahu, ketika kamu sangat kecil, kamu mengalami kecelakaan dan kamu kehilangan matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa diam saja melihatmu tumbuh dengan hanya satu mata… jadi aku memberikanmu punyaku… aku sangat bangga pada anakku yang melihat seluruh dunia baru untukku, di tempatku, dengan mata itu, aku tidak pernah kecewa padamu dengan apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali kamumarah padaku. Aku berkata pada diriku,” itu karena dia mencintaiku”. Aku rindu saat saat ketika kau masih kecil disekitarku. Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. kau merupakan dunia bagiku.”
Duniaku hancur! Kemudian aku menangis untuk seseorang yang hidup untukku. Ibuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar