Kamis, 26 Februari 2015

Memilikimu

Aku mencintai sunset,
Menatap kaki langit, ombak berdebur.
Tapi aku tidak akan pernah membawa matahari pulang ke rumah.
Kalaupun itu bisa kulakukan, tetap tidak akan kulakukan.
Aku menyukai bulan,
Entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana.
Tapi aku tidak akan memasukkannya ke dalam ransel.
Kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.
Aku menyayangi serumpun mawar,
Berbunga warna warni, mekar semerbak.
Tapi aku tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar.
Tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah kulakukan.
Aku mengasihi kunang-kunang,
Terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap.
Tapi aku tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan.
Tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah kulakukan.
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini.
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.
Ada banyak sekali jenis suka, kasih, dan sayang di dunia ini.
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang.
Egois sekali, kawan, jika tetap kau lakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari.
Tiada lagi indah langit tanpa purnama.
Juga taman tanpa mawar merekah.
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang.
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan menbiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati.
Selalu begitu, hingga akhir nanti.
-- Tere Liye, dalam "Dikatakan atau Tidak Dikatakan, itu Tetap Cinta"

Senin, 23 Februari 2015

Pertemuan itu...

Aku tak seperti Fatimah yang dicari, sedang ia umpama Ali yang dinanti..


Perbedaan yang terbentang luas memisahkan jurang yang teramat dalam untuk kemungkinan bagi kami untuk bersanding,

Dia "Sang Ali" saat di sekolah dikenal sebagai anak yang sangat aktif dalam organisasi, osis, pramuka, dan selain itu merupakan siswa yang duduk di jurusan IPA..
sedangkan q? saat sekolah dilembaga yang sama dengannya, keadaan kami sangat berbanding terbalik, jangankan aktif organisasi, dalam kegiatan pramuka saja aku sangat tidak berminat, terlebih lagi saat itu aku duduk di jurusan IPS dan hanya sebatas mengenal nama dan orangnya, itu saja.. tidak pernah bertegur sapa layaknya "teman", 

Sekali lagi, bila dilihat memang jurang pemisah diantara kami sangat dalam sehingga banyak yang bertanya tanya sekarang ini,
"Mba, sampean saiki karo Bang Noto?" (Mba, kamu sekarang pacaran sama Bang Noto-red)

Mungkin mereka heran, qoq bisa???

Jangankan orang lain yang menilai, terkadang jika difikir logispun saya sendiri heran, kenapa bisa saya bersanding dengannya sekarang ini? padahal dulu tidak pernah terlintas sama sekali dibenak saya bahwa saya akan memiliki sebuah "obrolan" yang sangat panjang dengannya, sehingga memunculkan rasa yang fitrah itu..

Mungkin titik pertama yang mengawali semuanya adalah komentarnya di foto yang ku unggah di akun media sosial ku, setelah itu menghadiri pernikahan Guru kami di sekolah dulu, penuturan penuturan singkatnya yang mengingatkan Rabu Wekasan, pertanyaan pertanyaan sederhananya yang menggugah hati, menyadarkan betapa hati ini telah jauh meninggalkan Yang Maha Pencipta, mungkin secara kasat mata semua kegiatan pendekatan diri kepada-Nya saya lakukan, namun entah mengapa hati ini sangat tersontak kaget dengan pertanyaan pertanyaan sederhananya yang menggugah hati.

Bukan, bukan hanya pertanyaan tetapi juga tuntunan..
ya, tuntunan, pertanyaan pertanyaan itu disertai teladan yang jelas terpancar dari setiap tuturannya, membuat hati ini menjadi "minder",
Namun herannya "keminderan" itu tidak membuatku sontak menjauh dari sosoknya, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, karena aku akui jika seseorang membuatku minder maka sontak diri ini akan berusaha menjauh, dan kali ini BERBEDA, justru "keminderan" itu membuatku ingin terus dan terus mendengar penuturannya, mengenalnya lebih dalam lewat "obrolan" yang panjang..

Selasa, 16 Desember 2014

kembali menulis

wooyyy... ada sarang laba-laba tuh...  hahaha

w rasa nih blog udah jamuran dah, serasa ribuan tahun kga pernah nulis" sesuatu (walaupun itu ga penting si)... 

yah... intinya si empunya blog lagi sibuk sama kuliahnya yang super duper sibuk sekalieee bannnngggeetttss... (pemborosan kata -_-..)

ini sebenernya w pengen curhat ya.. 
ceritanya kan w itu kuliah ya, trus masuk jurusan PGSD... kalian tau kan apa itu PGSD? (pendidikan gggiiilllaaa semuaah dipelajari) hahahaha itu pelesetannya sie... jangan dipercaya... ok sesat... 

Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang bener... 
yap, sebenernya w masuk jurusan ini ga pernah sedikitpun terlintas di benak w, terpikir diotak w apalagi tercermin dalam tingkah laku w (apaaahhh lagi ini? -_-) 

ok lanjutt... flashback dulu ke 2 tahun yang lalu... dimana w masih punya obsesi yang besar degan dunia perkuliahan... sampe-sampe w punya prinsip harus kudu wajib rak keno orak pokoke kuliah... 

dan... SNMPTN pun dibuka... mekipun ga yakin bakal keterima tetep w coba... siapa tau aj beruntung, ya kan? 

hasilnya... sesuai perkiraan... w kagak keterima.... begitupun semua temen-temen sekolah w yang daftar SNMPTN..

usaha w ga sampe situ aj... masih ada jalur SBMPTN ... w ikutin... dengan seabrek persyaratan yang mengharuskan w berurusan sama dokumen-dokumen penting percatatan sipil... dan parahnya kota kelahiran w bukan disini... tapi di tangerang bro... iy... TANGERANG.... 

alhasil harus bolak balik sana sini cuma buat ngurusin itu doang, disaat anak kelas 3 pada maen kesana kemari ngerayain kelulusannya dengan bebas, w masih harus sekolah terusss.... sampe dikira w mau ngapelin pak BK... padahal kagak lah... lagian bapak.a jg udh terlalu dewasa (klw ga mw dblng tua si hehe peace) buat w lah....

lanjut.... setelah bolajk balik ngurusin persyaratan SBMPTN dan embel embelnya skarang w harus belajar mata pelajaran (lagi) dari kelas 1 smpe kelas 3 ...
haduhhh..... epala w kaya mau pecah tau gak rasanya..

dan singkat cerita tibalah w di hari H pelaksanaan tes tertulis, dan jeng jeng jeng.... ternyata yang ngambil tes campuran cuma w doang, dan alhasil w jg mesti palig lama dah tes nya... mana kaga ada yang bareng lagi tempatnya..
ok w udh biasa sendiri, jd kga papa...

w duduk manis ditempat yang menurut w cukup strategis (nomor 2 dari depan) buat mikir karna kaga grogi kaya klw w duduk didepan atau takut karna duduk dibelakang selalu diawasi...
oke lanjut...
w ngerjain tuh soal sambil bingung, yang w kga bisa w tinggalin aj apa w ngasal yang penting keisi semua ya tuh lembar jawaban?
udah lah ditinggal aj yang w kaga bisa, dri pda ngabisin waktu kebanyakan mikir, ucap w dalem hati haha kaya disineteron... :-D

satu, dua jam berlalu, singkat cerita waktu untuk mengejakan soal udah habis, dan akhirnya w ngumpulin lembar jawaban w yang ternyata setelah w check lebih banyak bolongnya daripda keisinya dengan "lingkaran hitam" hahaha

lanjut....


setelah berpusing-pusing ria berperang dengan soal bisu yang mengutarakan segala kesulitan, w kaga yakin bakal diterima kuliah, begitupun keluarga w,
dan kesepakatannya ialah w harus balik kejakarta kalo w kaga keterima kali ini, dan yang namanya anak w punya prinsip "sami'na wa atha'na" yang artinya aku dengar dan aku ikuti,
karna bagi w orangtua ga mungkin akan menjerumuskan anaknya ke jurang, dan yang pilihan orangtua adalah yang terbaik...

dan....


jeng... jeng...jeng....


sesuatu yang amat sangat tidak terduga sekali lagi terjadi, kuasa Allah SWT yang masih menginginkan w menimba ilmu lebih dalam di perguruan tinggi, dan jadilah saya "MAHASISWA" PGSD FIP Universitas Negeri Semarang Tahun 2013....
:-D


Rabu, 06 Agustus 2014

Kegiatanku kalau dirumah #episode1

Sebuah warung makan sederhana dikantin karyawan sebuah supermarket cukup ternama dibintaro adalah usaha baru yang keluargaku tekuni saat ini, ayah dan mamah q memulai usaha ini belum sampai satu tahun yang lalu, tepatnya 7 hari setelah meninggalnya nenek q (ibu dari ayahku), sebagai anak tertua, aku tahu sekali bagaimana perjuangan ayah dan mamaku mencari nafkah dan biaya kebutuhan kami sekeluarga sehari-hari dan untuk biaya sekoalah aku dan adik perempuanku satu-satunya, sebelumnya warung ini disewa oleh teman ayahku, namun karena beliau telah memiliki usaha yang lebih besar maka warung ini ditawarkan kepada ayahku untuk dipergunakan melanjutkan usaha warungnya yang kini tidak bisa ia tangani lagi, terlebih untuk ayahku beralih ke usaha yang lebih menjanjikan dibanding usaha ayahku sebelumnya untuk mencukupi kebutuhan kami yang semakin tahun memang semakin besar, apalagi mulai tahun tersebut aku telah lulus pendidikan setaraf SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi, otomatis uang yang ayahku keluarkan tiap bulannya nanti akan melonjak lebih besar. Meskipun kuliahku sama sekali tidak mengeluarkan biaya karena beasiswa, tetapi tetap saja kebutuhan sehari-hariku yang tinggal jauh dari keluarga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Ibarat seorang anak, pada enam bulan pertama usaha ayahku ini masih butuh dituntun oleh orang yang ahli dalam bidang dan masih sering goyah, namun beberapa bulan belakangan ini usaha ayahku bisa dibilang telah berdiri dan bisa berjalan sendiri. Itu tidak lepas dari ketekunan dan kegigihan orangtuaku yang tak kenal lelah siang dan malam untuk menjalankan usahanya. Dan sekarang hasilnya memang bisa kurasakan lebih baik dari semasa ayahku masih mengeluti usahanya sebelumnya.
Pukul 00.30 WIB : ayahku bangun dan pergi kepasar induk untuk membeli sayuran dan ikan serta bahan-bahan lain untuk masakan diwarung
Pukul 02.30 WIB : ayahku tiba dirumah dan tidur lagi, (ya, kalau ada kesempatan untuk istirahat ayahku memang sangat memanfaatkannya walaupun itu hanya lima belas menit), berhubung sekarang bulan ramadhan biasanya ayah langsung kewarteg yang buka 24 jam buat sahur dan membungkus makanan untuk aku, mamah dan dede dirumah, buat sahur juga lah... hehe
Pukul 03.30 WIB : sekarang gilirin aku, mamah ku dan adikku yang bangun untuk meracik bumbu dan memotong sayur-sayuran untuk dimasak (karena puasa sebelum itu sahur dulu ya, udah dibeliin makan kan sama ayah hehe)
Pukul 06.30 WIB : setelah semua sayuran dipotong”, bumbu” sudah siap, telur sudah direbus dan diceplok, ayam sudah direbus dan diungkep, sekarang giliran ayah yang membereskan semuanya dan berangkat kewarung duluan setelah sebelumnya udah rapi” dong ya hehe sementara aku, mamah dan dede siap” juga buat kewarung hehe
Setelah tiba diwarung, saatnya ayah membuat adonan untuk gorengan, aku, mamah dan dede masak” ria deh hehe
Pukul 10.00 WIB : yang makan udah mulai dateng nih hehe, walaupun bulan puasa ada aja memang yang makan jam segini, maklum jakarta dan orang yang kerja (keluargaku ga termasuk y :-P kan masih puasa hehe) aku juga heran... dari mulai CS alias cleaning servis sampe manajer restoran Hanamasa silih berganti mengunjungi kantin untuk sekedar minum, ngopi” sambil ngobrol dan makan lah yang pastinya,
Pukul 14.00-16.00 WIB : nah, ini ni puncak”nya orang pada makan, maklum.. jam segini emang waktunya mereka istirahat, kalau udah jam segini nih... jangankan megang hp, untuk sekedar duduk minum aja ga sempet, yakin deh... bentar bentar , mba, es tehnya 1, coffemix 1,  belom juga kelar bikinnya, ada lagi,  mba, punya saya mana? Es teh 5 ...  hadeeehhhh..... kalo kaya gini kan jadi grogi dan bingung banget, mana pake seragamnya sama, nyebar juga, susah kan nemuinnya kalo udah padaduduk dimeja makan buat nganterin pesenan minumnya.. belom lagi kalo ternyata gelas, piring sama sendoknya kurang, nah, itu lagi masalah besar, belom juga kerjaan satu kelar, ada lagi kerjaan yang lain... bisa kebayang kan gimana sibuknya di jam-jam karyawan istirahat gitu, kalo ga cepet dilayanin juga mereka mesti teriak” hadeeeeehhhh... pusing deh saya...
Sampe maghrib juga tetep silih berganti orang yang makan, cuman kan ga seribet jam jam tadi tuh yang bikin kepala rasanya udah mau pecah, mana puasa lagi yang ngelayanin orang yang ga puasa hadehh hadehhh... dan, ga ketinggalan tumpukan piring kotor bekas makan orang yang baru makan juga udah segunung, kalo ga cepet” dicuci nanti yang selanjutnya makan mau pake apa? Daun? Kan ga mungkin dong haha ya, disambi sambi, kalo habis ngelayanin pesenan minum ya, yuci piring deh bagian saya.
Sebenernya sih ada sekitar 16 kios yang ada di kantin karyawan ini, dari mulai kios yang dagang rokok, sate dan soto, siomay dan batagor, ayam goreng mangga, bakso dan mie ayam, fried chicken, ayam bakar, mie instan dan minuman”, pecel ayam dan jus jus, masakan banyumas, masakan wonogiri, masakan tegalnya 2 kios, sampe masakan padang juga ada.
Cuma, berhubung aku dateng kerumah itu seminggu sebelum lebaran, jadi satu persatu kios tutup deh karna yang punyanya pada mudik kekampung halaman masing masing, sampe akhirnya pada hari H-3 sebelum lebaran, Cuma tinggal 3 kios aja yang masih stay ga kemana kemana,diantaranya kios sate dan soto, bakso dan mie ayam, termasuk warung keluargaku ini, jadi kalian mesti tau dong gimana tambah sibuknya melayani karyawan yang jumlahnya tetap tetapi yang tersedia untuk melayani “kelaparan” mereka berkurang drastis dari 16 kios tersisa 3 kios ckckckck hadehhhhh...
Kalian tahu kan yang namanya karyawan restoran itu kalo sabtu minggu bukannya libur, tapi malah masuk full... jadi misalkan kalo hari biasa cuma setengah dari seluruh karyawan yang masuk (gantian liburnya dari senin sampai jum’at) kalo weekend semua karyawan restoran itu masuk, semuanya... dan juga lagi H-3 lebaran itu kan jum’at, besoknya kan sabtu minggu, yah... Cuma bisa menjalankan aja deh yang ada..
Sibuknya hari sabtu dan minggu itu, sampe aku aja udah ga mampu menuliskannya dengan kata-kata deh... pokoknya kalo ibarat aku punya tangan 8 kaya gurita, itu tangan kepake terus ga ada yang kosong, satu detik pun. Apalagi yang tangannya cum dua kan kaya aku, udah deh... ammmppuuunnnn....
Selepas isya baru deh warungnya ditutup, makanan yang masih sisa yang dibuang lah, setelah ngerasain gimana susah dan capeknya kerja nyari uang itu aku mikir juga, ini makanan kan usaha dari keluargaku, ga laku terus kebuang, bayangannku kalo disana aku sering banget buang uang maanan padahal disini ayah sama mamahku ga kenal waktu ga kenal kata capek buat nyari uang, aku cuma bisanya minta aja..
Pukul 21.00 WIB : baru bisa sampe rumah, langsung cuci muka, kaki, tangan, ganti baju terus ngelurusin pinggang deh... kalo udah ngerasain capeknya badan kaya udah remuk  gini tuh, berbaring aja rasanya nikmat banget, yah.... namanya juga seharian kerja dari jam 03.30 sampe pukul 21.00 WIB penuh sempet istirahat tidur, wajar dong kalo udah berbaring langsung pules? Yah.. kalaupun masih ngerasa aku ga peduli sama kamu mau diapain lagi kan, mungkin memang menurut kamu ini yang terbaik, dan mungkin juga ada yang bisa lebih ngertiin kamu dan ga mentingin keluarga dari pada kamu diuar sana.. Cuma bisa ngerelain aja kalo emang udah ga mau mengeti keadaan aku kaya gimana, walaupun sebenernya perpisahan ini ga pernah bener-bener aku inginkan, aku cuma bisa merelakan kalo kamu pikir inilah yang terbaik. Karna aku ngerasa semakin aku menyayangi kamu maka semakin aku harus ngelepas kamu dari hidup aku, karna aku ga pengen nyakitin kamu lebih dari ini, dan kayanya kita emang ga mungkin terus bersama, aku pikir. Setelah aku inget inget lagi juga, tiap abis sholat aku selalu berdo’a “ya Allah, jika memang dia(kamu) adalah jodohku, dekatkanlah.. tapi jika aku tak baik untuknya dan dia bukan yang terbaik untukku, jauhkanlah...” dan semakin kesini hubungan kita emang semakin jauh, berarti emang aku bukan yang terbaik untuk kamu dan kamu juga bukan yang terbaik untukku. Yang aku perlu lakuin cuma merelakan kamu, kisah kita dan rasa ini terkubur dalam dalam.



TO BE CONTINUED......

kasih ibu

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering meratapi nasibnya memikirkan anaknya yang mempunyai tabiat sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mabuk, dan melakukan tindakan-tindakan negatif lainnya. Ia selalu berdoa memohon, "Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi ini, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati." Tetapi, si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya.

Suatu hari, dia dibawa kehadapan raja untuk diadili setelah tertangkap lagi saat mencuri dan melakukan kekerasan di rumah penduduk desa. Perbuatan jahat yang telah dilakukan berkali-kali, membawanya dijatuhi hukuman pancung. Diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan di depan rakyat desa keesokan harinya, tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu membuat si ibu menangis sedih. Doa pengampunan terus dikumandangkannya sambil dengan langkah tertatih dia mendatangi raja untuk memohon anaknya jangan dihukum mati. Tapi keputusan tidak bisa dirubah! Dengan hati hancur, ibu tua kembali ke rumah.

Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat telah berkumpul di lapangan pancung. Sang algojo tampak bersiap dan si anak pun pasrah menyesali nasib dan menangis saat terbayang wajah ibunya yang sudah tua.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun setelah lewat lima menit dari pukul 06.00, lonceng belum berdentang. Suasana pun mulai berisik. Petugas  lonceng pun kebingungan karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tibatiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Seluruh hadirin berdebar-debar menanti, apa gerangan yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul dan menggantikannya dengan kepalanya membentur di dinding lonceng.

Si ibu mengorbankan diri untuk anaknya. Malam harinya dia bersusah payah memanjat dan mengikatkan dirinya ke bandul di dalam lonceng, agar lonceng tidak pernah berdentang demi menghindari hukuman pancung anaknya.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung menyaksikan tubuh ibunya terbujur bersimbah darah. Penyesalan selalu datang terlambat!

Jumat, 06 Juni 2014

you who came from the star





pertama kali nonton film ini w kaget bgt, sumpah... blm ada film yang w tonton selama hidup w sekeren film ini... ( alay bgt y, tpi bneran lohh haha) sampe udah nonton 3 kali bolak balik kga bosen jg..

film ini ceritanya tentang seorang alien bernama do min joon (diperankan kim soo hyun oppa) yang mendarat di bumi 400 tahun lalu pada masa dinasti joseon, dia tidak bisa kembali keplanetnya karena suatu hal dan harus tinggal dibumi selama 400 tahun hingga sekarang (2014), sementara itu seorang artis bernama choen song yi ( diperankan jin jyun) adalah seorang artis yang angkuh, sombong dan (menurut w rada gila haha.. maaf y unni... :-D) namun mempunyai kepribadian yang lemah didalamnya ..

400 tahun yang lalu do min joon bertemu dengan seorang janda yang membuatnya jatuh cinta tetapi wanita tersebut mati (dipelukannya...  hiks..hiks...) terpanah oleh pasukan pengadilan pemerintah, do min joon merasa kecewa karena tidak bisa melindungi oleh yang dicintainya sehingga dia memiliki prinsip "JIKA KALIAN TIDAK INGIN MERASAKAN SAKITNYA KEHILANGAN, MAKA SEJAK AWAL SEBAIKNYA JANGAN MEMBAWA SESUATU ATAU SESORANG BERSAMA KALIAN" karena pada akhirnya manusia akan mati meninggalkan do min joon sendiri melewati masa kemasa tanpa perubahan (muda dan tampan)

namun, 3 bulan terakhir sebelum meteor yang ditunggu do min joon selama 400 tahun.. dia bertemu dengan cheon song yi, cheon song yi masa remaja memiliki wajah yang sama persis dengan wanita janda 400 tahun yang lalu yang mati dipelukannya ...
awalanya do min joon merasa tertarik karena kemiripan itu, namun setelah sadar bahwa cheon song yi bukanlah dia, maka do min joon sedikit demi sedikit mulai jatuh cinta pdanya tapi do min joon gengsi hahahaha

2 bulan terakhir setelah mempunyai perasaan yang mendalam terhadap cheon song yi namun pengacara jang menentang perasaannya tersebut karena mngkhawatirkan nyawa do min joon yang terancam tidak akan bisa terselamatkan sedangkan ia harus kembali keplanetnya sebentar lagi, do min joon mempertaruhkan nyawanya demi cheon song yi dari orang yang ingin membunuhnya.

karena berpikir bahwa sebentar lagi ia akan pergi maka ia tidak ingin menmbuat cheon song yi yang telah jatuh cinta padanya menjadi sedih karena kepergiannya, maka do min joon bertindak seakan tidak mencintainya dan membenci cheon song yi, saat cheon song yi juga mulai menjauh malah do min joon yang kelabakan sendiri (haha alien bisa galau juga ternyata ya), akhirnya dia pun menunjukkan perasaannya terhadap cheon song yi ( ga pernah bilang kalau suka sih, tapi ya tindakannya itu yang cool bgt haha),

dan, setelah menjalani kencan ( kalau di sini namanya pacaran) do min joon akhirnya juga memberitahu cheon song yi bahwa 1 bulan lagi ia akan kembali keplanetnya dan tak akan kembali, mendengar pernyataan itw cheon song yi sedih dan merah karena tidak terima bahwa do min joon akan segera meninggalkannya padahal baru saja dia bahagia bersama do min joon.. namun, itw hanya awalnya saja, selanjutnya cheon song yi dapat menerima itw dengan lapang dada, namun syaratnya adalah harus jalan jalan bersama satu hari penuh, alasannya sih kalau gitu cheon song yi bakal cepet bosen ( masa sama do min joon seharian aj bosen, lah klw w mah selamanya juga kaga bkalan bosen hahay..), nah saat lagi berduaan tuh do min joon nyoba pergi diam-diam buat ngeliat ekspresinya cheon song yi gmn klw ditinggal .. ternyata cheon song yi kelabakan nyariin do min joon kya orang ilang... haha

to be continued ....

Selasa, 16 April 2013

BAYANG BAYANG SEMU


Bayangan semu itu muncul lagi
Disaat kerinduan akan indahnya rasa, engkau datang
Menawarkan seratus cawan perhatian
Seribu cangkir kelembutan
Dan sejuta tetes cinta

Tetapi itu semua hanya bayangan semu
Ya, hanya bayangan semu
Yang tersirat dalam khayalan dan ingatanku saja

Kau datang untuk kesekian kalinya
Membuatku yakin dengan kata – kata manismu
Membuatku bimbang dengan lidahmu yang pandai bersilat

Untuk kesekian kalinya aku menemukanmu
Dan untuk kesekian kalinya juga bayangan semu itu datang
Aku sadar diriku yang hina ini tidak akan pantas bersanding denganmu yang memiliki segalanya

Tetapi,
 Jika memang yang kau ingin hanya ini,
Kau sudah cukup mendapatkanya
Walaupun aku tak mungkin bisa memungkiri hati ini yang sebenarnya memiliki sedikit keyakinan bahwa dirimu benar – benar nyata,
Bukan hanya bayangan semu semata

Dan sisi lain dari diriku bertanya
Bayang semu itu akankah menjadi nyata?
Ataukah akan tetap menjadi bayangan semu selamanya??